Literasi digital


    

     Di era globalisasi ini, segala bentuk informasi menjadi lebih mudah di dapat. Salah satu yang dapat membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari adalah Digital literacy atau Literasi digital. Sebelum membahas lebih lanjut, Apa sih yang dimaksud literasi digital?



    Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

    Adapun dalam literasi digital terdapat 7 elemen, yaitu sebagai berikut: 

  

  • Kultural,   yaitu  pemahaman  ragam   konteks   pengguna  dunia digital;
  • Kognitif, yaitu daya pikir dalam menilai konten;
  • Konstruktif, yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual;
  • Komunikatif, yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital;
  • Kepercayaan diri yang bertanggung jawab;
  • Kreatif, melakukan hal baru dengan cara baru;
  • Kritis dalam menyikapi konten; dan bertanggung jawab secara sosial;

    Dari elemen-elemen diatas, dapat disimpulkan beberapa prinsip literasi digital, yaitu:
  
  • Pemahaman untuk mengekstrak ide secara eksplisit dan implisit dari media.
  • Saling ketergantungan antara media yang satu dengan media yang lain.
  • Faktor sosial menentukan keberhasilan jangka panjang media yang membentuk ekosistem. organik untuk mencari informasi, berbagi informasi, menyimpan informasi dan akhirnya. membentuk ulang media itu sendiri.
  • Kurasi atau kemampuan untuk menilai sebuah informasi, menyimpannya agar dapat di akses kembali.
    Dengan terbukanya era informasi sekarang, tentu saja diperlukan suatu kerangka yg menopang literasi digital saat ini. Kerangka tersebut pun terdiri dari :
    
  • Proteksi (safeguard), yaitu perlunya kesadaran atas keselamatan dan kenyamanan pengguna internet, yaitu perlindungan data pribadi, keamanan daring serta privasi individu dengan layanan teknologi enkripsi sebagai salah satu solusi yang disediakan.
  • Hak-hak (right), yaitu hak kebebasan berekspresi yang dilindungi, hak atas kekayaan intelektual, dan hak berserikat dan berkumpul
  • Pemberdayaan (empowerment), yaitu pemberdayaan internet untuk menghasilkan karya produktif, jurnalisme warga, dan kewirausahaan serta hal -hal terkait etika informasi.
    Dilansir Materi Pendukung Literasi Digital, bahwa setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Pemerintah pun lewat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam flyer literasi digital menjelaskan manfaat literasi digital, serta memberikan contoh literasi digital di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

    Beberapa manfaat literasi digital adalah sebagai berikut: 

  •     Menghemat waktu: mencari referensi di internet dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. 
  •     Lebih hemat biaya: banyak web dan aplikasi gratis di internet yang menawarkan diskon. 
  •     Memperluas jaringan: menambah teman baru dari berbagai wilayah dan negara melalui media sosial. 
  •     Membuat keputusan yang lebih baik: mencari tahu dan membandingkan harga sebuah produk melalui internet. 
  •     Belajar lebih cepat dan efisien: mencari arti kata tertentu menggunakan aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring. 
  •     Memperoleh informasi terkini dengan cepat: mengetahui kondisi lalu lintas terkini dengan menggunakan aplikasi. 
  •     Ramah lingkungan: menghemat kertas dengan menggunakan buku elektronik. 
  •     Memperkaya keterampilan: membuat percobaan sains dengan melihat tutorial yang ada di internet.

    Sementara, contoh kegiatan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

    Kegiatan literasi digital di sekolah: 

  •         Penyediaan kelas virtual sehingga siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja; 
  •         Berkomunikasi antar warga sekolah menggunakan teknologi digital, seperti pos-el (e-mail) dan media sosial; 
  •         Pengarsipan digital; 

    Kegiatan literasi digital di rumah: 

  •         Membuat dokumentasi keluarga: foto dan video; 
  •         Menjelajahi (browsing) informasi di internet bersama anggota keluarga; 
  •         Menonton film di internet; 
  •         Memasak dengan menggunakan tutorial resep dari internet;

     Kegiatan literasi digital di masyarakat: 

  •          Media sosial untuk peningkatan usaha dan kewirausahaan; 
  •          Penggalangan dana sosial; 
  •          Menggunakan petisi daring (online) untuk kontrol sosial; 
  •          Mencari pekerjaan; 

      Saat ini, presiden Joko Widodo baru saja meluncurkan sebuah program untuk literasi digital bernama SiberKreasi. Program tersebut dapat diakses melalui laman www.siberkreasi.id. SiberKreasi pun menaungi beberapa program, diantaranya, literasidigital.id, Batik SiberKreasi, Pandu Digital, School of Influencer, StopHoax.id, dan Kreator Nongkrong. Berikut adalah video penjelasan yang disampaikan langsung oleh bapak Jokowi.




     
    Terdapat juga website yang menyediakan berbagai macam literatur dalam bentuk digital yang beralamat di www.literasidigital.id. Seluruh literatur di website tersebut disediakan gratis oleh mitra-mitra yang bekerja sama dengan SiberKreasi.


Kesimpulan

    Berkembangnya peralatan digital dan akses informasi tentu menjadi tantangan sekaligus peluang. Dengan penggunaan internet yang terbilang tinggi, pihak pemerintah Indonesia mesti memikirkan cara terbaik dalam menanggulangi berita atau informasi hoaks, ujaran kebencian, dan perilaku intoleran yang dapat dengan mudah ditemui di media sosial.

    Media digital sangat memungkinkan adanya peluang, seperti meningkatnya keuntungan dalam bisnis e-commerce, lahirnya lapangan pekerjaan baru berbasis media digital, dan pengembangan kemampuan literasi tanpa menegasikan teks berbasis cetak.

    Dengan adanya jaringan internet pula, digitalisasi dapat dijadikan media perantara untuk menuju praktik literasi yang dapat menghasilkan teks berbasis cetak. Sebagai contoh, kegiatan menulis di blog pribadi bisa diarahkan untuk mengumpulkan tulisan untuk kemudian bisa dicetak menjadi buku yang berisi kumpulan tulisan dengan tema tertentu yang diambil dari blog pribadi.










Comments

Popular posts from this blog

DevOps: Menghubungkan Pengembangan Perangkat Lunak dan Operasi IT untuk Keunggulan Bisnis

Pemanfaatan Teknologi Digital Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengelolaan Teknologi Informasi yang Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Keamanan